Kulgram Desain IGD #11 - Menjaring Klien Dengan Portofolio - Angga Tantama

10:07 AM



Assalamualaikum

salam sejahtera untuk kita semua.

selamat malam teman2.

mungkin perkenalan dulu ya


Nama saya Angga Tantama dari kota Solo. Saya seorang freelance illustrator yang kebanyakan mengerjakan desain kaos dan ilustrasi dalam bentuk gambar vector.

Karya saya bisa dilihat di :
anggatantama.com
behance.net/anggatantama
facebook.com/anggatantamaart
instagram.com/anggatantama

Tapi masih belajar juga. hehe.

Pertama mulai bergelut di bidang freelance pada 2010 pas kuliah semester 7 coba coba upload dan jual desain kaos di emptees.com (sekarang mintees.com).
Beberapa kali gambar terjual di sana, tapi lebih banyak yang gak lakunya sih. haha. Maklum masih newbie cupu, baru masa meraba-raba dunia freelance dan eksplorasi gaya gambar.

Setelah beberapa lama baru mulai nyebar karya di deviantart dan behance. Pelan-pelan merangkak ngumpulin dan upload karya demi karya untuk menarik klien.

Semenjak saat itu sampai sekarang saya bekerja fulltime freelancer.

(ceritanya kurang dramatis gini ya)

udah segitu aja kenalannya deh.

kita malem ini ngebahas soal menjaring klien ya.

baiknya saya kasih gambaran gimana pola kerja saya.

jadi polanya cuma gini


gitu terus muter muter. :D

jadi portofolio sangat penting bagi saya untuk menarik klien.

Sebenernya ada banyak hal yg bisa jadi jalan dalam menjaring klien untuk seorang freelancer.
Misalnya dapet klien dari teman/kenalan atau menang kontes trus dapet kerjaan terusan dari yg bikin kontes atau mungkin banyak lagi.

Simpelnya, portofolio adalah sekumpulan karya dari seorang artist (seniman).  Portofolio banyak bentuknya, tapi karena saya bisanya cuma lewat portofolio online, yaudah kita bahasnya itu aja. :D

Kalo ada yg tanya..
Emang portofolio penting?
Ayo kita cari tau..

Sekarang mari kita menerka-nerka apa yg akan dilakukan si calon klien saat dia butuh freelancer.

mungkin kurang lebih gini:
- Dia browsing cari-cari gambar di internet
- Trus dia nemu gambar yang menarik dan sesuai dengan yg dia butuhkan
- Trus dia cari profile siapa artist yg bikin gambar itu
- Trus dia akan lihat karya-karyanya yang lainnya juga (baca : portofolio)
- Nah di sini step krusialnya, setelah lihat portofolionya  si artist, si calon klien akan menyimpulkan si artist ini kompeten apa nggak, skillnya sesuai yg dibutuhkan apa nggak, orangnya professional apa nggak, pengalamannya banyak apa nggak.
- Dan kalo kesimpulannya oke, maka dia akan cari kontak si artist itu lalu menghubunginya.

jadi, iya, portofolio itu penting. karena klien memutuskan mau hire kita atau gak ya dari portofolio.

kalo step-step di atas terlalu susah dimengerti, ini versi gampangnya :

calon klien menemukan karya kita > dia tertarik >  dia kasih kerjaan (simpel kan?)

Maka muncul pertanyaan:
- Bagaimana agar calon klien bisa menemukan dan tertarik dengan karya kita?
- Bagaimana agar dia bisa memutuskan menawarkan kerjaan atau menghire untuk kita?

Yak, Jawabannya sedikit banyak bergantung pada satu hal yg menjadi topik utama pada malam hari ini : PORTOFOLIO

eh, maaf ya, kulgram ini gak banyak gambarnya. soalnya gak keburu tadi bikinnya. hehehe

oke lanjut

Mari kita coba jawab satu per satu pertanyaan yg muncul di atas

1. Bagaimana agar calon klien bisa menemukan dan tertarik dengan karya kita?

Sebenernya pertanyaan yang betul gini sih “Gimana MEMPERBESAR PELUANG calon klien bisa menemukan karya kita?”
Ya, kita nggak bisa memastikannya tapi kita bisa memperbesar peluangnya.

Logikanya semakin banyak orang yang lihat karya kita maka semakin besar kemungkinan klien masuk. Kalo karya kita dilihat sekian ribu kali, masak sih gak ada satu atau dua diantara ribuan itu butuh gambar dan tertarik jadi klien kita?
(ribuan itu cuma contoh ya, jangan buat patokan)

Jadi yang bisa kita lakukan agar karya kita semakin banyak yg lihat adalah :


yes, bikin karya yang STAND OUT

stand out maksudnya menonjol / mencuri perhatian / gak kayak yang laen.


Menurut saya ada 3 jalan biar karya menonjol

Skill hebat, Ide brilian atau style unik

ambil salah satu aja udah oke.

Kita coba bedah ya.

- Skill hebat
Kalo kita browsing gambar-gambar dan ada satu gambar yg berkualitas dewa tentu saja gambar itu yang bakal mencuri perhatian. Udah ini gak bisa dibantah. :D
Tapi apa harus  ber-skill setinggi Leonardo Da Vinci dulu baru mulai upload karya? Nggak!
Yang bisa kita lakukan adalah berkarya sebaik yang kita bisa saat ini dan berusaha lebih bagus dari gambar kita yang kemarin. Udah gitu aja. Nggak berat kan?

sekali lagi gak perlu menargetkan lebih baik dari orang lain, fokus aja jadi lebih baik dari kita yang kemaren. Nanti orang orang bakal kesalip sendiri. hehe

-Ide yang brilian
Ide gambar yang “gak kepikiran” pasti akan mencuri perhatian. Karya seperti ini mungkin akan lebih menguras otak, tapi kalau bisa pasti bakal keren. Seperti gambarnya I Love Doodle (Lim Heng Swee). Secara teknik gambarnya biasa aja, tapi ide idenya bikin geleng geleng.

-Style gambar unik
Nah kalau yang ini mungkin gak perlu skill yang sangat bagus, atau ide yang sangat brilian. Dengan gaya gambar yang unik akan cukup membuat orang penasaran dan melihat lebih dekat.
Dalam stand up comedy-nya, Pandji Pragiwaksono pernah bilang “Sedikit lebih beda lebih baik daripada sedikit lebih baik” (baca berkali kali dulu deh biar ngeh maksudnya. hehe)
Gaya gambar yang unik bisa dikembangkan dengan banyak eksperimen dan eksplorasi. ( tetep aja butuh proses ya :D )

Di luar itu berikut ada beberapa tips yang lebih teknis :

- Banyakin karyanya
Kalo udah berusaha bikin karya yg terbaik yg kita bisa, banyakin!
Bikin lagi, bikin lagi, bikin lagi! Makin banyak karyanya, makin banyak yg lihat.

- Gunakan tags yang relevan
Saat upload karya di website2 portofolio online kita akan disuruh memasukkan tags (seperti cara kerja hashtag di medsos). Gunakan tags yang sesuai dengan karya kita. Dengan itu karya kita akan bisa ditemukan kalau disearch di website tersebut.

- Cantumkan info lengkap di profile
Nama, skill, service yang ditawarkan dll akan lebih memperjelas siapa anda.

- Update portofolio secara rutin
Klien juga bakal males menghubungi kita kalau portofolio kita terakhir diupdate dua tahun yang lalu. :D

- Bikin fan art
Untuk ngumpul ngumpulin follower sepertinya fan art jadi jurus yang jitu.
Tapi kalau bikin fan art tidak sesuai dengan bidang karya kamu mungkin sebaiknya dihindari atau cari cara biar sesuai dengan bidang karya kamu. Contoh : kalo biasanya bikin logo jangan coba coba bikin fan art Doraemon, tapi mungkin iseng iseng bikin logo alternative doraemon oke juga. :D

Lanjut ke pertanyaan kedua

2. Bagaimana agar dia bisa memutuskan menawarkan kerjaan atau menghire untuk kita?

Setelah menemukan dan tertarik pada karya kita, tahapan selanjutnya adalah si calon klien memutuskan apakah kita cocok untuk mengerjakan projeknya. Dia akan melihat beberapa (atau semua) karya yang ada di portofolio kita.

Gimana cara meyakinkan klien dengan portofolio kita?
ya portofolionya harus meyakinkan. hehe

Angga Tantama, [18.11.17 19:54]
Dari apa yang saya pelajari selama ini, beberapa hal ini bisa jadi pertimbangan (maaf terkesan kurang pasti soalnya ini saya kebanyakan juga meneliti sendiri. hehe) :

- Karya-karya di dalam portofolio harus fokus.
fokus di sini maksudnya gak terlalu beragam. Jangan campur-campur. jangan masukkan karya fotografi kalau biasanya ngerjain ilustrasi.

- Perlihatkan perkembangan
Karya-karya yang baru sebaiknya lebih berkualitas daripada karya yang tiga tahun lalu. Jadi terasa ada progres ke arah yg lebih baik saat calon klien melihat karya kita dari awal.

- Jangan masukkan karya yang kamu tidak mau mengerjakannya lagi
Klien selalu berpatokan pada portofolio kita. Contohnya saya gak pernah memasukkan kerjaan desain logo ke portofolio saya karena saya sangat kesulitan dan kurang suka melakukannya, jadi meskipun pernah mendesain logo tapi saya tidak memasukkannya ke portofolio. Takutnya nanti ada klien yang minta dibikinin logo. saya gak bisaaa.. :D

Terakhir,
Relevansi portofolio dengan projek yang akan dikerjakan sangat dipertimbangkan oleh klien. Jadi, kita sebagai pengkarya juga harus realistis dalam menargetkan klien.

Misal kalo karya kita ilustrasi lucu lucu, jangan mengharapkan dapet klien bikin logo band metal. Kalo karya kita digital painting , jangan mengharapkan dapet kerjaan dari klien untuk bikin fotografi produk.

Mungkin cuma itu.. hehe..

o iya, ini beberapa website portofolio online yang bisa dicoba :
behance.net
deviantart.com
dribbble.com
mintees.com
artstation.com
kreavi.com
dan jangan lupa juga upload karya di sosmed ya.

Saya yakin yang saya sampaikan ini tidak 100% benar dan tidak 100% lengkap. Tapi paling tidak semoga bisa jadi pemantik untuk berfikir dan berkembang untuk mengembangkan kehidupan berkarya kita ke depannya.

Makasih banyak kawan kawan.


You Might Also Like

1 comments

Instagram