Kulgram Desain IGD #13 - My Name is Brand - Edy SR

10:09 AM



Assalamu’alaikum, Brander! Semangat malam, semoga masih pada “sakit” semua. Jadi kerasan “dirawat” di IGD kita tercinta ini. 😄

Saya Edy SR, konsultan brandpreneur (entrepreneur sadar branding), tinggal di Jogja. Selain nemenin klien, saya juga jadi pembicara seminar dan workshop. Sempat mengajar di UGM selama 7 tahun sebagai dosen tidak tetap (2002-2009), dan sesekali masih jadi dosen tamu, sampai sekarang.

Konsentrasi saya: brand, media, book. Lingkup kerjanya mulai yang strategis sampai taktis. Dari mendesain logo hingga menggelar brand activation. Alhamdulillah masih dipercaya klien, hehe...


Tahun 2007, desain logo saya dipilih sebagai juara kompetisi logo ulang tahun Semen Gresik ke-50 (SG50). Dan digunakan selama setahun untuk perayaan mereka.

Dan dua brand terakhir yang saya dampingi bareng tim adalah Wolbachia (2015) serta Politeknik Perkebunan LPP Yogyakarta (2017).


Nyamuk ber-wolbachia adalah metode pengendalian demam berdarah dengue secara alami. Riset ini dikembangkan di 5 negara, salah satunya di Indonesia (Yogyakarta). Alhamdulillah kami dipercaya menggarap strategi dan aplikasi branding-nya.

Selengkapnya tentang Wolbachia silakan baca di tautan ini ya: eliminatedengue.com/yogyakarta 😊


Tahun 2017, Politeknik LPP melakukan rebranding menjadi Politeknik Perkebunan LPP Yogyakarta. Kami dipercaya membuat strateginya, brand design, dan aplikasinya. Mulai business kit hingga branded environment.

--- Nyruput kopi dulu Brander, biar tetep “sakit”. ☕️  ---

Untuk brand activation, pernah dipercaya oleh Coca-Cola Indonesia dan Manchester United bekerja sama dengan Nike Indonesia.


Piala Coca-Cola kami kelola sejak 2005 sampai 2009 di tiga kota: Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Aktivasi ini berupa festival sepakbola antar SMA dengan konsep “memberi pengalaman Piala Dunia”.


Pada 2012, dipercaya menjalankan aktivasi Manchester United bersama Nike Indonesia. Aktivasi tersebut bernama “Manchester United Premier Cup”. Berupa festival sepakbola usia SMP di seluruh dunia, yang grand final-nya digelar di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris.

Dan kerjaan terbaru kami, yang sebagian masih berjalan, dipercaya PSSI untuk mendesain buku "Kurikulum Pembinaan Sepakbola Indonesia", dengan pendekatan branding.

Nah ini pas bukunya di-launching beberapa waktu lalu oleh Sekjen PSSI, Ratu Tisha.

--- Woke, mari ngemil dulu Brander, sebelum kita lanjut ke materi yang “menyakitkan”. 😄  ---

Materi yang akan saya bagikan adalah “My Name is Brand”. Strategi ringkas mengelola nama kita layaknya brand. Tentu saja, saya menggunakan perspektif brandpreneur, entrepreneur sadar branding!


Sederhananya, brand adalah nama yang bermakna. Jadi elemennya ada tiga: nama, makna, dan nilai (value). Tugas kita, menciptakan nama yang bermakna sebagai nilai-nilai baik brand. Lalu harus kita buktikan kebaikannya tersebut.

Jadi, brand itu ibarat janji yang harus ditepati. Karena itu, branding harus jujur, ngga boleh bohong!


Deskripsi ringkasnya, silakan baca di sticky note tersebut ya? Biar kulgram-nya efektif, dan tar para Brander bisa baca lagi sambil santai. 😊

Nah, setelah punya value tersebut, selanjutnya kita pertajam dengan formula SR Distinctive: specialization, reputation, dan distinctive. Tujuannya, agar value kita ngga pasaran. Kalau semua desainer ngaku desainnya keren, kan calon kliennya bingung juga.

Jadi "keren"-nya mesti didefinisikan lagi biar "distinctive". 😉


Tentang "value" ini kita bisa belajar salah satunya dari Joger Bali. Dia konsisten menggunakan “elemen humor” pada karyanya. Meski makna pesannya serius dan dalam, tapi kesan lucunya tetap dijaga.


Kampanye di truk box itu, sebenarnya kampanye kepedulian ala Joger. Mereka biasa nyebut kampange "Garing", artinya "tiga piring". Maksudnya, kalau kita sudah bisa makan tiga piring sehari, harusnya kita bisa lebih peduli ke sesama. 😊

Gimana, asyik kan? Value-nya sebagai brand yang mengandalkan humor, dapet. Dan pesan sosialnya juga dapet. Jos! 🚀

--- Break sebentar, biar kepalanya ngga ngasep, Brander. 😆  ---

Woke, kita lanjut...

Kalau value dah tajam setajam silet, halah, saatnya mulai memikirkan namanya. Prinsipnya, bikin nama brand itu: sederhana, bermakna, dan konsisten penggunaannya. Biar orang gampang ingat.


Tapi meski biar gampang diingat, nama brand-nya ngga gini juga, kali... 😂


--- Silakan kalau mau ngakak dulu... 😆  ---

Ada banyak cara untuk naming (penamaan), tapi karena kita bahas “My Name is Brand”, jadi kita konsentrasi di utak-atik nama diri biar jadi brand yang hokya-hokya! 😄

Ada 5 cara bikin “My Name is Brand”, 3 yang pertama adalah nama lengkap, nama singkat, dan nama panggilan. Masing-masing saya sertakan contoh, biar gampang membayangkan.


Nama lengkap: Ciputra.


Nama singkat: Mooryati Soedibyo.


Nama panggilan: Sosro.



Lalu 2 cara berikutnya, berupa inisial nama dan modifikasi nama. Contohnya CT Corp dan DAMN! I Love Indonesia.


Inisial nama: Chairul Tanjung.


Modifikasi nama: Daniel Mananta.


--- Gimana, dah mulai gatel ngutak-atik namanya? Nyruput kopi dulu Brander, biar tambah “sakit”. 😄  ---

Setelah brand kita siap, maka wajib dikenalkan ke target market atau publik. Caranya, manfaatkan platform digital. Paling murah meriah ya optimalkan social media. Dan jangan lupa, selalu beri kejutan biar menjadi perhatian yang mengesankan.


Jadi "brand activation" merupakan cara kita mengenalkan brand ke targetnya.

Saya ada contoh saat mengaktivasi brand bisnis kuliner milik istri, Idebetutu. Saya kerjasama dengan Pitpaganda. Jasa papan iklan yang ditarik sepeda. Kayaknya sih Pitpaganda ini pertama di Indonesia, dan baru ada di Jogja.


Kalau dah sengawur ini majang papan iklannya, masa sih orang ngga merhatikan? 😆  Nah, jadi tujuan menarik perhatiannya sudah terpenuhi.

Lalu, jangan lupa bikin kejutan. Dokumentasikan. Dan sebar-sebar di media sosial. Ngga perlu lebay narget sampe jadi trending topic. Sepanjang dah viral di antara keluarga, teman, atau orang yang kebetulan melihat; itu sudah lumayan lho buat mancing orderan datang ke kita... Hahaha! 😄

Woke Brander, semoga sharing-nya ngga kepanjangan ya? Lain waktu bisa dilanjut di Facebook, Instagram, Linkedin atau Twitter. Sekarang, mari kita ngobrol di sini ala brandpreneur!

Join Channel Telegram Indonesian Graphic Designers (IGD) : https://t.me/weareigd

You Might Also Like

1 comments

Instagram