Kulgram Desain IGD #5 - Icon Design for Everyone - Rizki Kurniawan Darsono

10:04 AM



Assalamualaikum. Terima kasih untuk waktu dan kesempatan yang diberikan oleh temen-temen admin maupun anggota IGD.


Malam hari yang cerah ceria ini kita akan bersama-sama belajar dan berdiskusi tentang Icon Design. Satu hal kecil yang kadang sebagian orang tidak menyadari keberadaannya, kegunaannya.

Insya Allah dalam beberapa menit ke depan akan ada sedikit materi yang semoga bermanfaat bagi kita semua. Jangan lupa berdoa masing-masing sebelum memulai diskusi ini.


Ada baiknya saya kenalan dulu sebelum arah perbincangan semakin jauh. Nama saya Rizki Kurniawan Darsono, biasa dipanggil Kikur. Sedikit alay, banyak rindunya. Saya founder inipagi, sebuah studio desain grafis di Jogja dengan fokus pada icon, illustration, dan logo.

Tercantum juga akun instagram saya dan nomor hape. Siapa tau ada yang mau mengajak kolaborasi maupun diskusi lebih lanjut. Saya asli Banyumas, kental akan logat ngapak, tinggal di Jogja dari 2011.


Bagi teman-teman yang penasaran tentang apa dan siapa itu inipagi, bisa cek inipagi.com atau langsung follow instagramnya di @inipagi. Terlampir juga beberapa karya kami.






Langsung masuk materi ya. Hal-hal yang akan kita pelajari bersama pada kulgram ini adalah:
1. Kinds of Icons
2. Usability of Icon
3. Monetize
etc



1. Kinds

Ada dua jenis icons:
a. App Icon/ Product Icon/ Single Icon.
Icon ini memiliki fungsi utama sebagai identitas pembeda antar brand, aplikasi, atau web. App Icon bisa kita ibaratkan dengan teras rumah. Tentunya setiap teras rumah memiliki karakteristik yang unik sesuai kepribadian tuan rumahnya.

b. Icon Set/ Icon Pack/ System Icon.
Ketika app icon kita ibaratkan teras rumah, icon set dapat kita analogikan seperti perabotan rumah yang memiliki fungsi-fungsi tertentu dalam membantu kita menemukan kenyamanan di rumah. Pembahasan Icon Design malam ini akan lebih merujuk pada Icon Set.



Beberapa jawaban dari sebuah pertanyaan sederhana sarat makna, "Mengapa Icon Set ?"

a. Harga kompetitif.
Satu icon bisa memiliki harga 1-2 digit dolar, sejauh yang kami temui. Bayangkan ketika satu set berisi puluhan bahkan ratusan icons.

b. Secara konsep relatif lebih sederhana dibandingkan logo design, terutama dari project yang sering kami tangani. Icon menuntut kita untuk membuat visual yang pesannya mudah dipahami. Sedangkan pada beberapa kasus, logo design mengharuskan kita memikirkan filosofi yang mendalam, menyampaikan visi-misi perusahaan, harus benar-bedar beda, dll. Mohon maaf, tiada maksud menyinggung teman-teman penggiat logo design.

c. Banyak icon memiliki metafora & visual yang mirip.
Maksudnya adalah banyak sekali penggambaran yang mirip atau bahkan sama untuk beberapa icon. Sebagai contoh: bentuk segitiga untuk play, bentuk rumah dengan atap untuk home, gambar amplop untuk mail, dll.

d. Kebutuhan yang tinggi (Startup, Apps, Web).
Kita ketahui bersama bahwa semakin hari semakin banyak Startup, Apps, dan Web yang hadir. Mereka tentunya memiliki kebutuhan visual yang tinggi. Icon design adalah salah satu yang mereka butuhkan tentunya.


2. Usability

a. User Interface.
Tampilan antar-muka pada sebuah aplikasi dan juga web. Icon memiliki fungsi untuk membantu penjelasan sebuah perintah. Secara cepat icon mampu memberikan kita penjelasan dari menu-menu yang ada.

Coba kita bayangkan sejenak, apabila pada contoh ini tokopedia.com tidak memiliki icons pada situsnya. Tokopedia akan tetap bisa diakses namun dari segi kenyamanan pengguna akan berkurang.


Contoh selanjutnya adalah icons yang ada pada menu Settings hape Xiaomi. Di sini terdapat icon yang dapat kita interaksi kan, misal ketika dipencet akan berpindah atau mengubah sesuatu. Ada juga icon yang bersifat sebagai penanda saja. Semisal icon sinyal, baterai, alarm, dll.

b. Print/ Editorial
Icon yang sering kita temui pada hal-hal yang tercetak. Fungsinya bisa berupa penjelas, himbauan, larangan, atau penghias.


Contoh 1: Icon pada kardus aqua memberi kita penjelasan hal-hal apa saja yang sebaiknya dilakukan terhadap kardus tersebut.

Contoh 2: Sebuah kaos dari iconspeak.world yang sangat membantu para traveler untuk berkomunikasi di daerah yang ia kurang mampu menguasai bahasa di sana. Banyak icon yang mudah dipahami apa maksudnya oleh beragam orang dari negara mana pun. Selain konsep yang menarik, kaos ini juga pernah diliput dari berbagai media.

Contoh 1: Icon di Alun-alun Bandung.

Contoh 2 : Icon toilet laki-laki di Lawangwangi Creative Space. Sengaja blur pada bagian itu demi kenyamanan bersama.

Contoh lain: Bandara, Terminal, Indomaret, dll

d. Presentation
Memiliki fungsi penjelas setiap pesan atau materi yang ada. Berlaku juga pada infografis. Icon membantu penyampaian materi dari presenter kepada audiens dengan lebih cepat dan tepat.




3. Monetize

Berikut beberapa cara menghasilkan uang dari icon design.

a. Client.
Kita mencari klien atau klien mencari kita. Sampai akhirnya sama-sama menemukan dan kemudian bersatu. Kekuatan portfolio sangat berperan. Harga untuk custom icons biasanya lebih tinggi daripada icon yang bersifat stock. Beberapa media yang bisa dioptimalkan: situs sendiri, instagram, facebook, dribbble, behance.

Ada sebuah pengalaman manis di tahun lalu. Pertama kali kami mengerjakan proyek custom icons untuk klien yang menemukan kami via dribbble. Brief yang tertulis adalah perintah untuk re-design icon set sebuah video player yang memiliki kurang dari 10 icons. Tombol yang kami desain ulang seperti: play, pause, stop, hd, dll. Satu hal yang mengagetkan adalah, brief yang tidak terlalu rumit, jumlah icon yang sedikit, harga yang cukup tinggi (sekian ratus dolar).

b. Marketplace.
Menjual icon set dalam bentuk paket via marketplace seperti graphicriver, creativemarket, dan sejenisnya. Terdapat potongan atau bagi hasil dengan platform penyedia layanan.

c. Microstock.
Menjual icon set dalam secara eceran melalui situs-situs microstock seperti shutterstock, fotolia, iconfinder, dan sejenisnya. Terdapat potongan atau bagi hasil dengan platform penyedia layanan.


Teman-teman bisa mencoba berjualan di iconfinder. Kelebihan yang mereka miliki adalah harga yang dapat dikostumisasi, dapat dijual eceran maupun paket, dan memiliki traffic yang baik.

d. New Platform.
Icon dijual melalui platform baru yang dikembangkan oleh perorangan maupun kelompok. Kelebihan utama dari penjualan lewat new platform adalah harga yang benar-benar dapat kita tentukan sendiri dan semuanya tanpa potongan kepada pihak lain. Namun untuk membuat platform baru tentu membutuhkan modal tenaga, waktu, dan uang.



4. Beberapa Hal yang Sebaiknya diperhatikan
Mungkin di sini ada beberapa teman yang sudah mulai masuk atau bahkan sudah lama menekuni icon design. Ada beberapa hal bersifat saran dan semoga dapat dijadikan sebagai referensi pengetahuan. Berikut apa saja yang sebaiknya diperhatikan.

a. Makna.
Usahakan kita mampu menemukan metafora atau pengandaian yang tepat untuk icon yang kita buat. Sebagai contoh pada settings icon. Lihat pada contoh, memang benar di sebelah kanan maupun kiri dapat berarti mesin yang dapat digunakan untuk pengaturan. Namun akan lebih mudah dipahami pengguna ketika settings icon digambarkan dengan gerigi.

b. Gaya.
Banyak sekali visual styles dalam icon design. Baik itu outline, glyph, flat, filled line, dan sebagainya. Perhatikan gaya visual seperti apa yang akan kita pakai dalam sebuah icon set, dan berusahalah untuk konsisten dalam set itu. Buatlah gaya visual yang berbeda untuk icon set yang berbeda.

c. Rupa
Salah bagian yang menantang dalam icon design adalah membuat icon dengan bentuk dan dimensi yang kohesif (tidak timpang, senada satu sama lain). Gunakanlah grid untuk membantu kita mencipta banyak icon dengan bentuk yang konsisten. Tidak ada yang terlihat lebih besar, lebih lebar, atau terlalu runcing. Sedikit informasi, teman-teman juga boleh belajar tentang pixel-perfect icons. Icon dengan tampilah yang sangat mulus nan bersih, karena setiap pixelnya tepat menempel pada pixel di layar.

Referensi:
http://iconutopia.com/how-to-design-pixel-perfect-icons/
https://www.tutpad.com/tutorials/how-to-create-pixel-perfect-icons

d. Garis.
Saat teman-teman memutuskan untuk membuat icon dengan gaya line / outine / garis, perhatikan penggunaan ketebalan garis yang konsisten. Teman-teman boleh menggunakan satu atau lebih ketebalan garis, namun pastikan setiap icon dalam sebuah set memiliki ketebalan yang sama.

e. Warna.
Pilihlah warna-warna yang harmonis, tidak sumbang. Banyak tools yang dapat membantu. Antara lain:
https://color.adobe.com/
http://colorhunt.co/
https://colordrop.io/
https://material.io/guidelines/style/color.html


Demikian ulasan yang bisa saya sampaikan. Ada tanya, ada jawab. Ada tambahan maupun koreksi sangat dipersilahkan. Terima kasih :)

Join Channel Telegram Indonesian Graphic Designers (IGD) : https://t.me/weareigd

You Might Also Like

0 comments

Instagram